PEMAHAMAN TENTANG NEGARA " Menyatukan Negara dan Agama: Mungkinkah? "



Pemahaman akan arti kata Negara memanglah tidak sama, tentunya lebih banyak  mengacu kepada arti sebuah Negara itu sendiri yaitu suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Dengan pemenuhan ketentuan-ketentuan pada arti Negara tersebut maka suatu wilayah dapat disebut sebagai suatu Negara yang berdaulat, namun sekarang kita tidak perlu membahas terlalu jauh akan pemahaman pengertian dari kata negara tapi lebih kepada  bagaimana menyatukan agama kedalamnya. Agama memang bukan syarat baku dalam pembentukan suatu Negara akan tetapi dalam perkembangan suatu Negara agama akan memberikan dampak yang cukup penting bagi Negara tersebut. Apalagi dalam kurun waktu satu dekade ini dimana perkembangan agama sangatlah pesat dan dapat menjadi isu-isu yang cukup tajam di seluruh belahan dunia.
            Saat kita bahas mengenai kemungkinan penyatuan antara Negara dan agama tanpa dipungkiri tetap akan ada kemungkinannya, tetapi kemungkinan tersebut tetap harus diimbangi dengan penyesuaian-penyesuaian dan suatu keistimewaan khusus terhadapnya. Contoh yang dapat kita lihat secara langsung adalah adanya satu Negara yang menerapkan aturan keagamaan kedalam kehidupan bernegaranya yaitu Vatikan. Vatikan adalah suatu Negara kecil bahkan sering disebut Negara terkecil di dunia adalah Negara berdaulat yang memiliki kelengkapan suatu Negara seperti Pemerintahan, wilayah, diplomat, warga Negara, militer (Garda Swiss) dan kepolisian (Corpo della Gendarmeria) yang menerapkan aturan agama Kristen katholik didalamnya. Pemerintahan yang dianut oleh Negara ini adalah pemerintahan teokrasi dimana kekuasaan tertinggi pada Negara tersebut dipegang oleh seorang paus dan wilayahnya meliputi suatu kota didalam kota Roma di Italia. Selain Vatikan ada juga Negara yang menerapkan aturan (syariat) islam pada kehidupan kenegaraannya yaitu Negara Iran dan Arab Saudi. Namun dalam pembentukan negara dan penerapan aturan keagamaan pada 3 negara yang dicontohkan diatas terdapat keistimewaan atau kekhususan yang diberikan, antaralain pembentukan Negara vatikan tidak lepas dari pengaruh agama kathoik di Negara-negara eropa saat pembentukanya. Dan penerapan aturan (syariat) islam pada negara Iran dan Arab Saudi memerlukan adanya sedikit penyesuaian dengan budaya dan perkembangan yang ada.
            Untuk Negara kita Indonesia tercinta isu akan penyatuan antara Negara dan agama sudah menjadi isu yang cukup lama berkembang dari era kemerdekaan dulu hingga kini. Hal ini dapat kita lihat dari bukti sejarah pemberontakan Negara Islam Indonesia (NII) pada masa pasca kemerdekaan hingga adanya gerakan Darul Islam Indonesia (DII) dan Jamaah Islamiah (JI) yang bertujuan untuk menegakkan syariat islam di bumi pertiwi. Namun dalam perkembangannya isu penyatuan Negara dan agama di Indonesia akan sangat sulit diterima dan diterapkan karena Indonesia merupakan Negara yang Majemuk dan juga aspek pengaruh dari dunia internasional. Untuk Negara seperti Indonesia akan lebih baik apabila dalam kehidupan bernegaranya diterapkan penghormatan antar agama bukan dominasi suatu agama yang malah dapat merusak tatanan kehidupan bernegara.   

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "PEMAHAMAN TENTANG NEGARA " Menyatukan Negara dan Agama: Mungkinkah? ""

  1. Menarik sih, sayang kepemahamannya dalam satu sisi "takut jikalau terjadi yg tak diinginkan". Memang perlu menilik sejarah kembali tentang APINYA SEJARAH bukan ARANGNYA disaat ghazwatul fikr war ini.

    BalasHapus