PROBLEMATIKA, UNSUR DASAR DAN HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA “Agama dan Negara: Mencari Platform Bersama ”



            Dewasa ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan dalam bernegara sedang mengalami perubahan. Dan kita juga menyadari faktor utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang dibawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta, perubahan  dalam kehidupan itu  adalah suatu hal yang wajar, alamiah. Dalam dunia ini, yang abadi dan kekal itu adalah perubahan. Berkaitan dengan wawasan nusantara yang serat dengan  nilai-nilai budaya bangsa dan dibentuk  dalam proses panjang  sejarah perjuangan bangsa, apakah wawasan bangsa Indonesia tentang persatuan  kesatuan itu  akan hanyut  tanpa bekas  atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan  dalam terpaan nilai global yang menantang  wawasan persatuan bangsa? Tantangan itu antara lain adalah pemberdayaan rakyat yang optimal, dunia tanpa batas, era baru kapitalisme dan kesadaran warga negara.
            Hal lain yang menjadi permasalahan penerapan wawasan nusantara adalah berkemmbangnya pola pikir masyarakat Indonesia mengenai agama. Agama yang di Indonesia  telah dianggap menjadi suatu hal yang memperkaya hakikat perbedaan di negeri ini dapat mengganggu penerapan wawasan nusantara apabila ditekankan secara berlebihan. Dua hal permasalahan yang akan terjadi apabila menyangkut peneragan agama dalam kehidupan berwawasan nusantara adalah fanatisme dan sekularisme. Fanatisme sendiri adalah pandangan terlalu sempit terhadap suatu agama, orang yang  memiliki pandangan ini akan menganggap agamanyalah yang paling benar dan agama orang lain itu salah sehingga ia ingin menerapkan sepenuhnya ajaran agamanya kedalam kehidupan bernegara tanpa pandang bulu. Berbeda  dengan fanatisme sekulerisme adalah paham yang secara nyata memisahkan antara agama dan pemerintahan, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan agama tidak boleh dibawa ke kehidupan bernegara. Pada kehidupan bernegara  di Indonesia kedua paham ini mulai berkembang dan dianggap akan mengancam hakikat wawasan nusantara di negeri ini karena dua paham diatas tidak akan mampu menampung perdbedaan yang ada di negeri ini.

            Di negeri yang beragam ini perbedaan haruslah benar-benar dihormati, karena perbedaan adalah hal yang sangat krusial. Solusi dari dua paham diatas yang mampu mengakomodasi perbedaan di Indonesia adalah pluralisme yaitu suatu paham yang tidak memandang sempit suatu suku, agama, ras,dan antar-golongan. Namun penerapan paham ini di Indonesia bukan tanpa masalah dan ganjalan, orang-orang yang menggunakan paham fanatisme akan menganggap paham plural ini sebagai awal dari paham sekuler. Hal ini berdasarkan alas an bahwa antara pluralism dan sekulerisme hanyalah berbeda sangat tipis. Sehingga untuk menanggapi dan menjawab kritikan tersebut dalam penerapan pluralism di negeri ini haruslah berlandaskan nilai luhur agama dan jiwa nasionalisme yang tinggi agar terciptanya hakikat wawasan nusantara yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PROBLEMATIKA, UNSUR DASAR DAN HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA “Agama dan Negara: Mencari Platform Bersama ”"

Posting Komentar